MEMBENTUK SEBUAH KEBIASAAN
Manusia telah siap dengan segala sarana untuk menjadi
manusia yang memliki kebiasan yang baik , seperti akal, pikiran, perasaan.
Sarana sarana tersebut haruslah dilatih dan dibiasakan sehingga menjadi sebuah
akhlak atau kebiasaan atau karakter yang efektif dalam kehdupan sehari hari.
Pada dasarnya , akhlak
merupakan gabungan kebiasaan – kebiasaanyang bersifat konsisten da
n sering
memiiki pola pola yang tidak disadari. Kebiasaan tersebut bersifat tetap,
muncul sehari – hari . kita dapat melihat akhlak seseorang yang sesungguhnya
dengan melihat kebiasaan – kebiasaan yang mereka lakukan, yang kejadian
tersebut muncul dengan tiba tiba atau di luar dugaan.
Kebiasaan ada yang dpat dipelajari dan ada yang tidak dapat
dipelajari , kita tidak dapat memperbaiki kebiasaan dengan cepat dan dalam
waktu yang singkat. Misalnya para Guru di sekolah menginginkan anak didiknya
menjadi sisiwa yang berakhlak baik, padahal mereka bertemu dengan muridnya
hanya dalam beberapa jam saja. Pembentukan sebuah kebiasaan memerlukan sebuah
proses yang relatif lama dan komitmen yang hebat.
Kebiasaan memiliki tarikan gerakan yang besar. Apabila tarikan
gerakan tersebut kearah yang negatif muncullah tendensi seperti suka
menangguhkan, tidak sabar, suka mencela, atau mementingkan diri sendiri .
apabila kiata dapat mengarahkan tarikan gerakan tersebut kea rah positif kita
dapat menciptakan keteraturan yang
diperlukan untuk hidup secara efektif.
Kebiasaan merupakan perpaduan antara pengetahuan , keterampilan dan
keinginan. Pengetahuan merupakan paradigm teoritis, apa yang dikerjakan dan
mengapa mengerjakan. Keterampilan adalh cara melakukan dan keinginan merupakan
motivasi. Suapaya memilki sesuatu kebiasaan maka ketiga hal tersebut harus kita
kuasai. Mengetahui bahwa harus melakukan sesuatu dan mengetahui cara mengerjakannya,Tanpa
adanya keinginan , tidak akan terbentuk kebiasaan.
Selain ketiga hal tersebut
untuk menumbuhkan suatu kebiasaan adalah dengan menempatkan diri kita dalam
system atau lingkungan yang mendukung, seperti seorang yang tadinya buta huruf Al Qur’an, tapi
ketika masuk pesantren orang tersebut
akan jadi pandai membaca Al Qur’an. Dan sebaliknya orang tadinya baik baik, ketika masuk sebuah system
maka sedikitnya ada perubahan dalam tingkah lakunya.
Disadari atau tidak, system telah merubah kita, jika tidak wasapada
( keimanan ) maka kiata akan bekerja mengikuti peraturan system yan tidak
sesuai dengan peraturan baik Agama maupun Negara . Yaitu kebiasaan yang buruk
seperti kebiasaan yang kita kerjakan
tidak sesuai dengan hati nurani, yang bercirikan pekerjaan tersebut sering
disertai gerutuan atau caci maki.
untuk menjadi manusia
potensial penuhilah diri kita dengan ketiga hal tersebut diatas dan masuk ke
sistem yang mendukung kita kearah yang lebih baik, dan kalau mungkin kita harus
membuat sebuah system agar sesuai harapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar