Laman

Rabu, 12 Juni 2013


MEMBENTUK SEBUAH KEBIASAAN
 Manusia  telah siap dengan segala sarana untuk menjadi manusia yang memliki kebiasan yang baik , seperti akal, pikiran, perasaan. Sarana sarana tersebut haruslah dilatih dan dibiasakan sehingga menjadi sebuah akhlak atau kebiasaan atau karakter yang efektif dalam kehdupan sehari hari.
Pada dasarnya , akhlak merupakan gabungan kebiasaan – kebiasaanyang bersifat konsisten da
n sering memiiki pola pola yang tidak disadari. Kebiasaan tersebut bersifat tetap, muncul sehari – hari . kita dapat melihat akhlak seseorang yang sesungguhnya dengan melihat kebiasaan – kebiasaan yang mereka lakukan, yang kejadian tersebut muncul dengan tiba tiba atau di luar dugaan.
Kebiasaan ada yang dpat dipelajari dan ada yang tidak dapat dipelajari , kita tidak dapat memperbaiki kebiasaan dengan cepat dan dalam waktu yang singkat. Misalnya para Guru di sekolah menginginkan anak didiknya menjadi sisiwa yang berakhlak baik, padahal mereka bertemu dengan muridnya hanya dalam beberapa jam saja. Pembentukan sebuah kebiasaan memerlukan sebuah proses yang relatif lama dan komitmen yang hebat.
Kebiasaan memiliki tarikan gerakan yang besar. Apabila tarikan gerakan tersebut kearah yang negatif muncullah tendensi seperti suka menangguhkan, tidak sabar, suka mencela, atau mementingkan diri sendiri . apabila kiata dapat mengarahkan tarikan gerakan tersebut kea rah positif kita dapat menciptakan  keteraturan yang diperlukan untuk hidup secara efektif.
Kebiasaan merupakan perpaduan antara pengetahuan , keterampilan dan keinginan. Pengetahuan merupakan paradigm teoritis, apa yang dikerjakan dan mengapa mengerjakan. Keterampilan adalh cara melakukan dan keinginan merupakan motivasi. Suapaya memilki sesuatu kebiasaan maka ketiga hal tersebut harus kita kuasai. Mengetahui bahwa harus melakukan sesuatu  dan mengetahui cara mengerjakannya,Tanpa adanya keinginan , tidak akan terbentuk kebiasaan.
Selain  ketiga hal tersebut untuk menumbuhkan suatu kebiasaan adalah dengan menempatkan diri kita dalam system atau lingkungan yang mendukung, seperti seorang yang  tadinya buta huruf Al Qur’an, tapi ketika  masuk pesantren orang tersebut akan jadi pandai membaca Al Qur’an. Dan sebaliknya orang  tadinya baik baik, ketika masuk sebuah system maka sedikitnya ada perubahan dalam tingkah lakunya.
Disadari atau tidak, system telah merubah kita, jika tidak wasapada ( keimanan ) maka kiata akan bekerja mengikuti peraturan system yan tidak sesuai dengan peraturan baik Agama maupun Negara . Yaitu kebiasaan yang buruk seperti kebiasaan yang kita kerjakan tidak sesuai dengan hati nurani, yang bercirikan pekerjaan tersebut sering disertai gerutuan atau caci maki.
 untuk menjadi manusia potensial penuhilah diri kita dengan ketiga hal tersebut diatas dan masuk ke sistem yang mendukung kita kearah yang lebih baik, dan kalau mungkin kita harus membuat sebuah system agar sesuai harapan.

Penulis  : Maman suparman 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar